Home News Krisis di Jalur Gaza Memburuk, UNRWA: Bantuan Kemanusiaan Dijadikan Senjata
News

Krisis di Jalur Gaza Memburuk, UNRWA: Bantuan Kemanusiaan Dijadikan Senjata

Bagikan
Kepala UNRWA Philippe Lazzarini menyebut Israel menggunakan bantuan kemanusiaan sebagai alat perang di Jalur Gaza. Blokade dan kelaparan kian memperparah krisis yang terjadi
Reruntuhan bangunan di Gaza. (Dok: Hasan N. H. Alzaanin/Getty Images)
Bagikan

finnews.id – Jalur Gaza kembali menjadi sorotan dunia setelah Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, menyampaikan pernyataan yang menggugah kesadaran global. Dalam keterangan resminya pada Kamis, 3 April 2025, Lazzarini mengungkapkan bahwa Israel kini menggunakan bantuan makanan dan kemanusiaan sebagai alat dalam konflik bersenjata yang berkepanjangan.

“Kelaparan dan keputusasaan semakin meluas, sementara bantuan dijadikan senjata dalam perang,” ujar Lazzarini tegas, dilansir Antara. Ia menyoroti kondisi di Jalur Gaza yang kian memburuk akibat pengepungan total yang telah berlangsung lebih dari sebulan. Di tengah keterbatasan akses terhadap makanan, obat-obatan, dan bahan bakar, warga sipil Palestina menjadi korban utama dari kebijakan ini.

Blokade yang Menghimpit Kehidupan

Sejak 2 Maret, semua jalur masuk ke Jalur Gaza ditutup untuk bantuan kemanusiaan. Tidak ada makanan, tidak ada pasokan medis, bahkan bahan bakar pun terhenti total. Lazzarini menilai hal ini sebagai bentuk nyata dari hukuman kolektif terhadap seluruh penduduk sipil.

Lebih jauh, ia menyatakan bahwa pengepungan ini telah meruntuhkan tatanan sipil di Gaza. “Rakyat Palestina sangat lelah karena terus-menerus terkurung di sebidang tanah kecil,” ungkapnya. Desakan agar Israel segera membuka kembali akses bantuan menjadi semakin kuat, terutama di tengah laporan kelaparan massal dan meningkatnya angka kematian warga sipil.

Kecaman Dunia dan Gugatan Hukum Internasional

Situasi tragis yang terjadi di Jalur Gaza tak luput dari perhatian dunia internasional. Berbagai organisasi hak asasi manusia dan badan-badan PBB terus mengeluarkan peringatan keras terkait dampak kemanusiaan yang ditimbulkan. Mereka menilai bahwa kebijakan blokade dan tindakan agresif Israel melanggar prinsip-prinsip hukum internasional.

Dukungan terhadap warga Gaza juga muncul di ranah hukum. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) yang diajukan terkait perang di Gaza.

Lebih dari 50.000 Nyawa Melayang

Sejak serangan militer dimulai pada Oktober 2023, lebih dari 50.500 warga Palestina dilaporkan tewas, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. Jumlah korban yang terus bertambah menjadi simbol dari kegagalan diplomasi dan kemanusiaan internasional dalam menghentikan kekerasan di wilayah ini.

Rencana pemindahan warga Palestina dari Gaza, yang dikaitkan dengan kebijakan luar negeri Presiden AS Donald Trump, juga memicu kekhawatiran baru akan eskalasi konflik yang lebih luas.

Harapan di Tengah Keputusasaan

Dalam situasi yang gelap ini, suara Philippe Lazzarini mewakili seruan harapan. Ia menekankan bahwa penghentian pengepungan dan pemberian akses kemanusiaan adalah langkah mendesak yang tidak bisa ditunda.

Masyarakat dunia kini dihadapkan pada kenyataan pahit di Jalur Gaza—sebuah wilayah kecil yang menjadi panggung penderitaan jutaan jiwa. Ketika bantuan menjadi alat perang dan kelaparan dijadikan senjata, dunia dituntut untuk tidak tinggal diam.

Tragedi yang terjadi di Jalur Gaza bukan sekadar konflik politik atau militer. Ini adalah krisis kemanusiaan yang menuntut empati dan tindakan nyata. Selama akses bantuan masih dibatasi dan suara warga Gaza tak didengar, penderitaan akan terus mengisi catatan sejarah yang tak kunjung menemukan akhir. (*)

Bagikan
Artikel Terkait
Petugas mengamankan arus balik Lebaran 2025 di Malang
News

Tercatat 18 Ribu Meninggalkan Malang, Diprediksi Puncak Arus Balik Terjadi Besok

finnews.id – Polres Malang intensif memantau arus balik Lebaran 2025, dengan memperketat...

Menteri Perhubungan, Dedy Purwagandhi,
News

Menhub Ungkap Perpanjangan WFA Mengurai Kepadatan Arus Balik

finnews.id – Menteri Perhubungan, Dedy Purwagandhi, mendukung kebijakan perpanjangan program bekerja dari...

Situasi kedatangan pemudik di Stasiun Gambir
News

16.496 Pemudik Tiba di Stasiun Gambir, Kedatangan Arus Balik Terus Meningkat

finnews.id – Sebanyak 16.496 pemudik tercatat telah kembali ke Jakarta menggunakan kereta...

Situasi arus kendaraan di Jalan Tol Kalikangkung
News

Sistem Oneway Dimulai, Jalan Tol Semarang Siap Tampung Arus Balik Pemudik

finnews.id – Sistem oneway lokal di Jalan Tol Semarang Seksi A, B,...