finnews.id – Mudik Lebaran bukan hanya tentang berkumpul bersama keluarga, tetapi juga menjadi momen berbagi kebahagiaan melalui oleh-oleh khas daerah. Setiap daerah di Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang unik dan menggoda. Oleh-oleh ini bukan sekadar makanan, tetapi juga cerminan budaya dan tradisi lokal yang patut dilestarikan.
Berikut ini adalah 10 oleh-oleh khas daerah yang wajib dibawa pemudik usai Lebaran. Selain lezat, oleh-oleh ini juga memiliki nilai historis dan cita rasa autentik yang tak tergantikan.
1. Dodol Garut – Manis Khas dari Tanah Sunda
Dodol Garut adalah salah satu ikon kuliner dari Jawa Barat yang telah dikenal luas di seluruh Indonesia. Terbuat dari campuran santan, gula merah, dan tepung ketan, dodol ini memiliki tekstur kenyal dan rasa manis yang khas. Proses pembuatannya yang memakan waktu hingga 8 jam menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga kualitas rasa.
Menurut data Dinas Pariwisata Kabupaten Garut, produksi dodol meningkat hingga 30% menjelang Lebaran setiap tahunnya. Varian rasa seperti durian, cokelat, dan pandan semakin memperkaya pilihan. Tak heran jika dodol Garut menjadi oleh-oleh favorit pemudik yang ingin membawa pulang cita rasa khas Sunda.
2. Bakpia Pathok – Cita Rasa Legendaris dari Yogyakarta
Bakpia Pathok adalah camilan legendaris dari Yogyakarta yang telah ada sejak abad ke-20. Kue ini berbentuk bulat pipih dengan isian kacang hijau manis yang dibungkus kulit tipis dari tepung terigu. Kini, bakpia hadir dalam berbagai varian rasa seperti keju, cokelat, dan green tea untuk menjangkau selera generasi muda.
Menurut Asosiasi Pengusaha Bakpia Yogyakarta, penjualan bakpia meningkat hingga 40% selama musim mudik. Banyak pemudik menjadikan bakpia sebagai simbol cinta dari kota budaya ini. “Bakpia bukan hanya makanan, tapi juga kenangan,” ujar Dwi Rahayu, pemilik toko Bakpia 25 di Pathok.
3. Keripik Balado – Pedas Gurih Khas Minang
Keripik balado adalah camilan pedas gurih yang berasal dari Sumatera Barat. Terbuat dari irisan tipis singkong yang di goreng renyah, lalu dilumuri sambal balado khas Minang. Rasa pedasnya yang menggigit membuat keripik ini di gemari oleh berbagai kalangan, terutama pecinta makanan pedas.
Menurut survei oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), keripik balado termasuk dalam 10 besar oleh-oleh terlaris dari Sumatera Barat. Banyak pemudik dari Padang dan sekitarnya membawa keripik ini sebagai buah tangan. Selain tahan lama, keripik balado juga mudah dikemas dan di bawa dalam perjalanan jauh.
4. Wingko Babat – Legitnya Oleh-Oleh dari Semarang
Wingko Babat adalah kue tradisional berbahan dasar kelapa parut, tepung ketan, dan gula. Kue ini berasal dari Babat, Lamongan, namun lebih di kenal sebagai oleh-oleh khas Semarang. Teksturnya yang padat dan rasa manis gurih membuatnya cocok di nikmati bersama teh hangat.
Toko-toko oleh-oleh di Semarang seperti Wingko Babad Cap Kereta Api mencatat lonjakan penjualan hingga 50% saat musim mudik. “Wingko adalah simbol kehangatan keluarga,” kata Siti Nurjanah, pengelola toko oleh-oleh di Jalan Pandanaran. Kue ini juga memiliki daya tahan yang cukup lama, sehingga cocok untuk dibawa dalam perjalanan jauh.
5. Bika Ambon – Kelezatan Lembut dari Medan
Bika Ambon adalah kue khas Medan yang terkenal dengan tekstur berserat dan rasa manis legit. Meski namanya mengandung kata “Ambon”, kue ini justru berasal dari Sumatera Utara. Bika Ambon dibuat dari campuran tepung tapioka, santan, telur, dan air nira, lalu difermentasi selama beberapa jam sebelum di panggang.
Menurut data Dinas Pariwisata Kota Medan, Bika Ambon menjadi oleh-oleh paling di cari oleh wisatawan dan pemudik. Toko-toko seperti Bika Ambon Zulaikha bahkan mampu menjual hingga 5.000 kotak per hari menjelang Lebaran. Kelezatan dan keunikan teksturnya menjadikan Bika Ambon sebagai simbol kuliner Medan yang tak tergantikan.
6. Pia Legong – Camilan Premium dari Bali
Pia Legong adalah oleh-oleh eksklusif dari Bali yang hanya di produksi dalam jumlah terbatas setiap harinya. Di buat secara handmade tanpa bahan pengawet, pia ini memiliki kulit renyah dan isian lembut seperti keju, cokelat, dan kacang hijau. Cita rasanya yang premium membuatnya di buru wisatawan dan pemudik.
Menurut laporan dari Dinas Pariwisata Bali, Pia Legong menjadi salah satu oleh-oleh dengan nilai jual tertinggi di Pulau Dewata. “Kami hanya memproduksi 1.000 kotak per hari untuk menjaga kualitas,” ujar Ni Luh Ayu, pemilik Pia Legong. Kualitas dan eksklusivitasnya menjadikan pia ini sebagai buah tangan istimewa dari Bali.
7. Lapis Legit – Kue Berlapis Khas Surabaya
Lapis legit adalah kue tradisional yang di kenal dengan lapisan-lapisan tipis yang di susun rapi. Kue ini memerlukan ketelatenan tinggi karena setiap lapisan harus dipanggang satu per satu. Di Surabaya, lapis legit menjadi oleh-oleh favorit karena rasanya yang kaya rempah dan teksturnya yang lembut.
Menurut data dari Asosiasi Pengusaha Kue Tradisional Jawa Timur, permintaan lapis legit meningkat hingga 60% saat Lebaran. Toko-toko seperti Spikoe Resep Kuno di Surabaya menjadi destinasi utama pemudik yang ingin membawa pulang kue ini. Lapis legit bukan hanya makanan, tetapi juga simbol kemewahan dan kehangatan keluarga.
8. Amplang – Kerupuk Ikan Renyah dari Kalimantan
Amplang adalah kerupuk ikan khas Kalimantan yang terbuat dari ikan tenggiri atau ikan pipih. Camilan ini memiliki tekstur renyah dan rasa gurih yang khas. Amplang biasanya berbentuk bulat kecil atau lonjong, dan sangat cocok di jadikan camilan saat berkumpul bersama keluarga.
Menurut Dinas Perindustrian Kalimantan Timur, produksi amplang meningkat dua kali lipat menjelang Lebaran. Kota Samarinda dan Balikpapan menjadi pusat produksi utama. Amplang tidak hanya di gemari oleh warga lokal, tetapi juga oleh pemudik yang ingin membawa pulang cita rasa laut khas Kalimantan.
9. Kue Satu – Manis Tradisional dari Betawi
Kue satu adalah kue kering khas Betawi yang terbuat dari kacang hijau yang di haluskan dan dicetak padat. Rasanya manis dan teksturnya mudah hancur di mulut. Kue ini sering hadir dalam toples-toples Lebaran dan menjadi simbol keramahan masyarakat Betawi.
Menurut catatan Balai Pelestarian Budaya Jakarta, kue satu telah ada sejak zaman kolonial dan masih di pertahankan hingga kini. Banyak pemudik dari Jakarta dan sekitarnya membawa kue ini sebagai oleh-oleh nostalgia. “Kue satu itu sederhana, tapi penuh makna,” ujar Haji Mamat, pengrajin kue tradisional di Condet.
10. Kacang Sembunyi – Camilan Unik dari Sulawesi Selatan
Kacang sembunyi adalah camilan khas Sulawesi Selatan yang unik dan menggoda. Terbuat dari kacang tanah yang di bungkus adonan tepung tipis, lalu digoreng hingga renyah. Rasanya gurih dan manis, dengan sensasi “tersembunyi” saat menggigitnya.
Menurut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan, kacang sembunyi menjadi oleh-oleh favorit dari Makassar dan sekitarnya. Camilan ini banyak di jual di pasar tradisional maupun toko oleh-oleh modern. Keunikan bentuk dan rasanya menjadikan kacang sembunyi sebagai buah tangan yang tak terlupakan.
Penutup
Membawa oleh-oleh usai mudik Lebaran bukan hanya soal berbagi makanan, tetapi juga berbagi cerita dan budaya. Setiap camilan khas daerah mencerminkan kekayaan kuliner Indonesia yang patut di banggakan. Dengan memilih oleh-oleh yang tepat, pemudik turut melestarikan warisan kuliner nusantara.
Jadi, saat Anda bersiap kembali ke kota setelah Lebaran, jangan lupa membawa pulang salah satu dari 10 oleh-oleh khas daerah ini. Selain menyenangkan keluarga di rumah, Anda juga ikut menjaga tradisi dan mendukung ekonomi lokal. Selamat berbagi rasa dan cerita!