finnews.id – Lebaran identik dengan sukacita, makanan melimpah, dan momen berkumpul bersama keluarga.
Namun, setelah euforia itu mereda, muncul hal yang tak bisa diabaikan, masalah kesehatan setelah Lebaran.
Banyak orang mengeluhkan tubuh yang terasa tidak fit, berat badan yang naik, hingga kondisi medis yang kambuh karena pola makan dan istirahat yang berubah drastis.
Kamu perlu waspada, karena kebiasaan saat Lebaran bisa memicu sejumlah gangguan kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele.
1. Gangguan Pencernaan Akibat Pola Makan Berlebihan
Makanan khas Lebaran seperti rendang, opor ayam, dan sambal goreng kentang memang menggoda. Sayangnya, konsumsi berlebihan makanan bersantan dan pedas bisa membuat perut tidak nyaman. Banyak orang mengalami mual, diare, perut kembung, atau sembelit beberapa hari setelah Lebaran. Sistem pencernaan yang terbiasa dengan jadwal makan teratur selama puasa mendadak harus bekerja ekstra memproses makanan berat sepanjang hari.
Solusinya, kamu bisa kembali ke pola makan seimbang dengan memperbanyak asupan serat dari buah dan sayuran segar, serta menghindari makanan berlemak dalam porsi besar.
2. Lonjakan Kolesterol dan Asam Urat
Tidak sedikit yang mengalami masalah kesehatan setelah Lebaran berupa peningkatan kolesterol dan asam urat. Konsumsi daging merah, jeroan, dan makanan bersantan menjadi penyebab utamanya. Gejala seperti nyeri sendi, pegal, hingga rasa lelah berlebihan bisa muncul beberapa hari pasca Lebaran.
Untuk menghindarinya, hindari makanan tinggi lemak dan purin dalam beberapa minggu setelah Lebaran. Perbanyak minum air putih dan aktif bergerak agar metabolisme tubuh tetap optimal.
3. Berat Badan Naik Drastis
Kenaikan berat badan menjadi keluhan yang paling umum setelah Lebaran. Saat puasa, tubuhmu terbiasa dengan pola makan terbatas. Namun, saat Lebaran, banyak orang justru “balas dendam” dengan makan sepanjang hari, apalagi ditambah minim aktivitas fisik akibat banyak waktu dihabiskan duduk bersilaturahmi atau bepergian.
Untuk mengatasi ini, kamu bisa mulai dengan olahraga ringan setiap hari dan mengontrol porsi makan. Kembali ke rutinitas sehat sangat penting agar tubuh cepat kembali ke bentuk ideal.