finnews.id – Kepergian aktor senior Ray Sahetapy meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan dunia perfilman Indonesia. Sosok yang dikenal lewat berbagai peran ikonis ini ternyata tetap aktif berkarya meskipun kesehatannya terus menurun akibat penyakit yang dideritanya.
Tetap Syuting Meski Mengidap Diabetes
Fakta baru mengenai kondisi kesehatan Ray Sahetapy diungkapkan oleh sang adik, Charlie Sahetapy. Dalam keterangannya, Charlie menyebut bahwa kakaknya telah berjuang melawan diabetes sejak 2017. Meski demikian, Ray tidak ingin meninggalkan dunia akting yang begitu dicintainya.
“Dia baru sadar mengidap diabetes pada 2017 ketika ada luka di kakinya yang sulit sembuh. Sejak saat itu, kondisi kesehatannya mulai menurun,” ujar Charlie saat ditemui di Rumah Duka Sentosa, Jakarta Pusat, Kamis, 3 April 2025.
Namun, penyakit yang dideritanya tidak membuat Ray Sahetapy berhenti berkarya. Salah satu buktinya adalah keikutsertaannya dalam film Jin Khodam, meskipun ia lebih banyak mengambil adegan duduk karena keterbatasan fisiknya.
“Dia masih aktif syuting meskipun kondisinya sudah tidak seprima dulu. Kalau kalian perhatikan dalam film Jin Khodam, dia lebih banyak beradegan duduk karena sudah sulit berjalan jauh,” lanjut Charlie.
Kondisi Kian Memburuk, Serangan Stroke Jadi Pukulan Terakhir
Setelah menyelesaikan syuting film tersebut, kondisi Ray semakin menurun. Bahkan, menurut Charlie, berjalan sejauh 20 hingga 30 meter saja sudah membuatnya kelelahan.
“Dia sering bilang, ‘Istirahat dulu, istirahat dulu.’ Karena sudah tidak kuat berjalan jauh,” kata Charlie mengenang kondisi sang kakak.
Melihat kondisi Ray yang semakin melemah, Charlie pun mengajaknya untuk tinggal bersama di rumahnya di Kelapa Gading. Namun, hanya berselang dua hari setelah tinggal bersama, Ray mengalami serangan stroke yang membuatnya harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
“Saat itu dia masih bisa datang sendiri ke rumah saya. Tapi beberapa hari kemudian, tiba-tiba dia kena stroke. Saya langsung membawanya ke IGD RSCM,” ungkap Charlie.
Sejak saat itu, ingatan Ray mulai memudar. Menurut Charlie, kondisinya berubah drastis dan tidak lagi seperti dulu.
“Dia sudah lupa semuanya setelah terserang stroke,” pungkasnya.
Kini, kepergian Ray Sahetapy menjadi kehilangan besar bagi perfilman Indonesia. Namun, semangat dan dedikasinya dalam dunia seni peran akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus. (Hasyim Ashari)