Home News Walhi: Banjir di Jambi Akibat Buruknya Perencanaan Pembangunan  
News

Walhi: Banjir di Jambi Akibat Buruknya Perencanaan Pembangunan  

Bagikan
banjir gorontalo
Proses evakuasi warga terdampak banjir di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (25/1), oleh tim gabungan. Sumber foto: BPBD Kota Gorontalo
Bagikan

finnews.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi mengungkapkan, bencana banjir yang melanda beberapa kawasan permukiman di Kota Jambi disebabkan oleh pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang buruk atau keliru.

Abdullah, Direktur Walhi Jambi, pada Selasa (1/4) di Jambi, menjelaskan bahwa banjir yang terjadi di sejumlah perumahan warga merupakan dampak langsung dari pengelolaan SDA yang serampangan dan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan yang benar. 

Ia menambahkan, bahwa banjir ini semakin parah karena curah hujan tinggi yang berlangsung lebih dari satu jam.

“Banjir yang terjadi saat ini, terutama saat intensitas hujan tinggi menjelang Idulfitri, merupakan akibat dari buruknya perencanaan pembangunan yang tidak memperhatikan aspek lingkungan,” ungkap Abdullah.

Abdullah juga menyoroti masalah drainase yang tidak memadai serta pembangunan yang tidak seimbang dengan infrastruktur pendukung, yang menyebabkan bencana banjir yang berulang di Kota Jambi. 

Menurutnya, pemerintah daerah harus segera bertindak dan mengevaluasi proyek pembangunan besar, seperti Jambi Bisnis Center (JBC), untuk mencegah kerugian bagi warga dan lingkungan.

“Pembangunan harus disertai dengan perbaikan drainase yang memadai. Ketika curah hujan meningkat, kita selalu menghadapi dampak banjir yang merendam rumah warga. Oleh karena itu, perlu ada perhatian lebih pada perbaikan infrastruktur drainase,” jelas Abdullah.

Abdullah menekankan pentingnya tindakan preventif dan analisis teknis sebelum pembangunan dilakukan. Ia mengingatkan agar wilayah serapan air tidak lagi dikonversi menjadi pusat perbelanjaan, perumahan, atau area lainnya.

“Jangan menunggu sampai bencana terjadi baru sibuk bertindak dan saling menyalahkan. Bukalah dokumen Amdal dan lakukan kajian ulang, agar pembangunan yang dilakukan benar-benar berwawasan lingkungan dan tidak hanya menjadi jargon semata,” tambahnya.

Bagikan
Artikel Terkait
Gempa dahsyat di Myanmar menewaskan 1.644 orang. Bantuan internasional berdatangan, sementara upaya penyelamatan dan pemulihan terus dilakukan
News

Korban Gempa Myanmar Terus Bertambah Jadi 2.800 Jiwa

finnews id – Jumlah korban akibat gempa bumi di Myanmar terus meningkat....

News

Pria di Blitar Nekat Parangi Mantan Istri dan Ibunya

finnews.id – Seorang pria di Blitar, Jawa Timur nekat parangi mantan istrinya...

Megawati titip pesan untuk Prabowo melalui Didit Hediprasetyo saat Lebaran 2025. Puan Maharani ungkap pesan tersebut
News

Megawati Titip Pesan untuk Prabowo Lewat Didit, Ini Isinya

finnews.id – Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, mengungkapkan...

Retret kepala daerah gelombang kedua akan digelar setelah Lebaran 2025 untuk menyamakan visi program prioritas pemerintah pusat
News

Retret Kepala Daerah Gelombang Kedua Digelar Usai Lebaran

finnews.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengonfirmasi bahwa retret...