Home Ekonomi Pinjaman Online Akar Dari Problem Sosial Mutakhir
Ekonomi

Pinjaman Online Akar Dari Problem Sosial Mutakhir

Bagikan
Pinjaman Online Akar Dari Problem Sosial Mutakhir
Pakar Perang Asimetris dan alumni Sekolah Magister Universitas Pertahanan (Unhan), Yasmin Nur. (Ist)
Bagikan

finnews.id – Judi online telah menjadi permasalahan yang semakin kompleks di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Dalam Forum Diskusi Grup (FDG) bertajuk “Judi Online: Tantangan Multidimensional di Negara Selatan-Selatan / Developing Countries”, yang diselenggarakan pada Sabtu, 22 Februari 2025, pakar perang asimetris dan alumni Sekolah Magister Universitas Pertahanan (Unhan), Yasmin Nur, mengungkapkan betapa eratnya keterkaitan antara judi online dan pinjaman online (pinjol) sebagai ancaman besar bagi ekonomi dan stabilitas sosial.

Pinjaman Online Sebagai Sumber Dana Judi Online

Dalam diskusi tersebut, Yasmin Nur menyoroti bagaimana pinjaman online menjadi sumber pendanaan bagi para pelaku judi online. Ia menyampaikan bahwa sejak Oktober 2024, perputaran keuangan masyarakat dalam sektor pinjol telah mencapai Rp75 triliun, jumlah yang luar biasa besar dan bahkan tiga kali lipat dari total dana yang digunakan dalam penyelenggaraan pemilu.

Menurut Yasmin, aksesibilitas pinjaman online yang sangat mudah membuat masyarakat, terutama generasi muda, terjerumus ke dalam lingkaran perjudian digital. Ketika seseorang terlilit utang pinjol dan mengalami gagal bayar (galbay), risiko yang muncul tidak hanya sebatas tekanan dari debt collector (DC), tetapi juga potensi pemblokiran keuangan secara menyeluruh.

Dampak Ekonomi: Dari Galbay hingga Krisis Keuangan Individu

Salah satu dampak terbesar dari judi online yang dibiayai oleh pinjol adalah efek jangka panjang terhadap stabilitas keuangan individu. Yasmin Nur menjelaskan bahwa seseorang yang sudah masuk dalam daftar hitam pinjaman online (terblek tinggi) akan menghadapi kesulitan dalam mengakses layanan keuangan formal, seperti:

  • Tidak dapat mengajukan pinjaman KUR untuk usaha kecil dan menengah.
  • Tidak bisa membeli kendaraan atau properti melalui kredit perbankan.
  • Tidak dapat mengakses layanan asuransi dan perbankan lainnya.

Dengan kata lain, individu yang terjebak dalam lingkaran judi online dan pinjol tidak hanya menghadapi tekanan finansial jangka pendek, tetapi juga terisolasi dari sistem keuangan formal dalam jangka panjang. Hal ini tentu berimbas pada daya beli masyarakat, stabilitas ekonomi keluarga, dan bahkan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.

Aspek Keamanan: Perang Asimetris dan Ketahanan Digital

Dari sudut pandang perang asimetris, Yasmin Nur menegaskan bahwa judi online dan pinjaman online merupakan ancaman bagi ketahanan ekonomi digital suatu negara. Fenomena ini tidak bisa dianggap remeh karena dapat melemahkan stabilitas keuangan masyarakat secara sistemik. Ia menekankan bahwa self-defense dalam dunia digital harus diperkuat dengan pengendalian diri dan literasi keuangan yang lebih baik.

Bagikan
Artikel Terkait
Jasa Marga
Ekonomi

Lebih dari 1,1 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara hingga H-5 Idulfitri 1447 H/2026

finnews.id –  Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pergerakan kendaraan di sejumlah ruas...

Ekonomi

Update Harga BBM Lebaran 2026, Cek di sini!

finnews.id – Seluruh badan usaha penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) kompak menaikkan...

Ekonomi

Harga Emas ANTAM hari ini, Buyback Masih Stagnan

finnews.id – Harga buyback emas Antam di Pegadaian hari ini Senin 16...

Harga BBM Pertamina Turun Mei 2025, Peluang Baru untuk Hemat Pengeluaran Harian
Ekonomi

Jelang Puncak Mudik Lebaran, Stok BBM di Rest Area KM 57 Tol Japek Dipastikan Aman

finnews.id – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026, ketersediaan bahan bakar...