Home Ekonomi Bagaimana Jika Tiba-Tiba Rupiah Menguat Rp8.170 per 1 Dolar AS? Begini Dampaknya
Ekonomi

Bagaimana Jika Tiba-Tiba Rupiah Menguat Rp8.170 per 1 Dolar AS? Begini Dampaknya

Bagikan
Rupiah masih tertekan terhadap dolar AS meski sempat menguat, dipengaruhi kekhawatiran inflasi AS dan kebijakan tarif global
Rupiah masih tertekan terhadap dolar AS meski sempat menguat, dipengaruhi kekhawatiran inflasi AS dan kebijakan tarif global
Bagikan

d. Meningkatnya Kepercayaan Investor

Penguatan rupiah yang signifikan dapat meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Hal ini dapat menarik lebih banyak investasi asing langsung (FDI) ke dalam negeri, terutama di sektor-sektor strategis seperti infrastruktur, manufaktur, dan energi.

Dampak Negatif

a. Menurunnya Daya Saing Ekspor

Penguatan rupiah yang tiba-tiba dapat membuat harga produk ekspor Indonesia menjadi lebih mahal di pasar global. Hal ini akan mengurangi daya saing produk ekspor, seperti minyak sawit, tekstil, dan produk manufaktur lainnya. Sektor ekspor yang tertekan dapat berdampak pada penurunan pendapatan devisa negara dan memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

b. Penurunan Pendapatan Sektor Pariwisata

Jika rupiah menguat, biaya berwisata di Indonesia akan menjadi lebih mahal bagi turis asing. Hal ini dapat mengurangi jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, yang pada akhirnya memengaruhi pendapatan sektor pariwisata dan industri terkait, seperti hotel, restoran, dan transportasi.

c. Guncangan di Pasar Keuangan

Perubahan nilai tukar yang drastis dapat menimbulkan ketidakpastian di pasar keuangan. Investor asing mungkin akan menarik dana mereka dari pasar saham atau obligasi Indonesia untuk menghindari risiko kerugian akibat fluktuasi nilai tukar. Hal ini dapat menyebabkan volatilitas di pasar modal dan melemahnya kinerja indeks saham.

d. Dampak pada Industri Berbasis Ekspor

Industri yang bergantung pada ekspor, seperti perkebunan, pertambangan, dan manufaktur, akan terkena dampak negatif. Perusahaan-perusahaan ini mungkin mengalami penurunan pendapatan karena harga produk mereka menjadi kurang kompetitif di pasar internasional. Hal ini dapat berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) jika perusahaan harus mengurangi produksi.

Dampak Sosial

a. Peningkatan Daya Beli Masyarakat

Dengan rupiah yang lebih kuat, daya beli masyarakat terhadap barang-barang impor dan kebutuhan pokok akan meningkat. Hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada produk impor atau bahan baku dari luar negeri.

Bagikan
Artikel Terkait
BTN Expo 2026
Ekonomi

Tutup Rangkaian BTN Expo 2026, Awarding BTN Housingpreneur 2025 Lahirkan Inovator Muda Ekosistem Perumahan

“BTN percaya investasi terbaik adalah investasi pada talenta dan sumber daya manusia,”...

Harga Emas Antam Hari Ini (23 Juni 2025) Naik Lagi, Saatnya Jual atau Beli?
Ekonomi

Harga Emas Antam Ambruk Rp260.000, Warga Diminta Waspada!

finnews.id  – Harga emas Antam terkini mencatat penurunan tajam. Dilansir dari laman...

Ekonomi

Kabar Gembira! Bansos Tahap 1 Cair Februari 2026: Cek Skema PKH & BPNT Terbaru di Sini

finnews.id – Pemerintah resmi tancap gas di awal tahun! Memasuki Februari 2026,...

Ekonomi

Rumah Dibangun dari Sampah dan Aplikasi Rent-to-Own, Inovasi Perumahan Masa Depan di BTN Expo 2026

Sejumlah peserta menawarkan material bangunan alternatif dari berbagai jenis sampah selain plastik...