finnews.id – Belum lama ini video viral di media social seorang warga negara China membuat konten ketika datang ke Indonesia.
WNA itu membuat konten seolah sedang menyogok pihak petugas di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) saat dirinya tiba di Jakarta.
WNA tersebut menyelipkan sejumlah uang kertas pecahan Rp100.000 sebanyak Rp500.000 di paswordnya
Sejurus kemudian, terlihat pria tersebut diberikan akses jakan oleh pihak petugas bandara
“Maksudnya apa ya turis warga negara cina nyelipin duit 500 ribu,” tulis caption akun tersebut @joshua_banjarnahor_.
Tanggapan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia
Menanggapi itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia, Komjen Purnawirawan Agus Andrianto mengatakan pihaknya tengah mencari WNA itu.
Agus mengatakan, pria tersebut telah diceka. Pihaknya akan mencari WNA tersebut untk membuat klarifikasi. Sebab tidak ada bukti jika pihak bandara menerima uang dari pria tersebut.
“Sedang kita cari dan klarifikasi, kalau bener pegawai ya pasti kita tindak, kepada yang bersangkutan saya lihat motifnya memang mempermalukan, bukan hanya konten tentang imigrasi tapi juga Polri dan mungkin menyasar yg lain, akan kami deportasi dan tangkal,” katanya kepada awak media, ditulis Senin 20 Januari 2025.
“Saat ini kami cekal di semua tapi agar kita bisa klarifikasi kebenaran unggahan yabg bersangkutan,” lanjutnya.
Agus mengatakan, WNA tersebut sengaja membuat konten untuk menjelekkan Indonesia. Bahkan buka saja sebua video, namun ada beberapa video dengan angkutan lalu lintas di Jakarta yang dibuat dengan tujuan menjelekkan Indonesia.
“Bahkan kita dapat info yang bersangkutan juga buat konten dengan angkutan lalu lintas, nanti kita akan tangkal bisa 10 tahun atau seumur hidup,” katanya.
“Karena niatnya memang tidak baik dan ingin merusak citra bangsa Indonesia. Informasinya juga yang bersangkutan buat konten video kejadian dengan angkutan lalu lintas, berarti kan memang jahat niatnya,” tambah Agus.
Agus mengatakan Ditjen Imigrasi tengah mencari keberadaan WN China tersebut. Adapun pihaknya akan menindak tegas jika ditemukan pegawai yang menerima uang untuk memperlancar proses masuk di bandara.
“Kita tidak kasih tolerir penyimpangan Pegawai namun juga kami tidak rela bangsa ini dipermalukan,” tegasnya. (*)